Name:
Location: Jakarta, Indonesia

Tuesday, October 31, 2006

CARA PENULISAN SITASI DAN REFERENSI
: Perbandingan dari 5 buku panduan*

Oleh : Sri Purnomowati**

Abstrak

Artikel ini membahas perbedaan penulisan sitasi dan referensi diantara 5 buku panduan. Kesimpulan menunjukkan bahwa ada 3 sistem penulisan sitasi dan referensi, yaitu: Sistem Pengarang‑Tahun, Sistem Numerik, dan Catatan. Perbedaan cara penulisan sitasi terletak pada: penggunaan singkatan, simbol, istilah, dan tanda baca, sedangkan pada daftar referensi, perbedaan penulisan terletak pada: penyajian nama pengarang, urutan dan kelengkapan data bibliografi, pemberian tanda khusus pada sebagian data bibliografi, penggunaan singkatan dan tanda baca.


Abstract
This article explains the differences in writing the citation and reference from five manual books. The conclusion shows that there are three systems in writing the citation and references : the Name-Year system, the Numeric system, and Notes. The differences in writing a citation of manual books are in using abbreviation, symbol, term, and punctuation, while the differences in writing the references are in presenting of author’s name, sequence and completeness of bibliographic data, special identification on part of bibliographic data, using abbreviation and punctuation.


PENDAHULUAN
Penulisan sitasi dan daftar referensi merupakan hal yang tidak asing lagi bagi para peneliti, karena hal ini selalu dilakukan setiap kali menulis karya ilmiah. Sitasi, sitiran atau citation adalah informasi ringkas tentang dokumen yang disitir yang disisipkan dalam teks, sementara informasi selengkapnya dimuat pada daftar referensi. Adapun referensi adalah deskripsi bibliografi dari dokumen yang disitir, umumnya disusun berupa daftar yang disajikan pada akhir artikel, bab atau buku.
Mengingat seringnya dikerjakan, maka penulisan sitasi dan referensi tampaknya tidak perlu lagi dibicarakan. Tetapi pendapat ini ternyata tidak sepenuhnya benar setelah melihat hasil kajian yang dilakukan oleh Sri Purnomowati dan Yuliastuti (1997) terhadap beberapa judul terbitan dalam bentuk tinjauan literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa cara penulisan sitasi dan referensi pada beberapa judul tinjauan literatur terbitan PDII-LIPI ternyata sangat bervariasi dan belum sepenuhnya mengikuti sistem dan cara penulisan yang baku, demikian pula halnya dengan tinjauan literatur terbitan instansi lain di Indonesia. Sementara itu, tinjauan literatur terbitan asing umumnya telah mengikuti sistem penulisan yang baku, kecuali beberapa ketidaksesuaian cara penulisan pada sebagian kecil terbitan. Kesalahan yang berhasil diinventarisir antara lain adalah: pemberian nomor urut dan penggunaan tanda baca pada sitasi; susunan, urutan penempatan data bibliografis, penggunaan singkatan dan tanda baca pada daftar referensi.
Dari hasil kajian tersebut diketahui bahwa terbitan dalam satu instansi belum tentu menggunakan sistem penulisan yang seragam, bahkan ada kalanya sistem yang satu dicampur adukkan dengan sistem yang lain. Hal ini dapat dimengerti mengingat belum adanya keharusan bagi para penulis untuk mengikuti satu buku panduan tertentu. Disamping itu, buku panduan yang diperlukan belum tentu tersedia di tempat kerja. Kalaupun buku-buku panduan itu tersedia, penulis akan kesulitan memilih dari sekian banyak buku panduan yang masing-masing berbeda satu sama lain. Perbedaan sistem penulisan dalam buku panduan tersebut memang dipengaruhi oleh : maksud penggunaannya, jenis disiplin ilmu, jenis lembaga, jenis pemakai, bentuk terbitan, dan lain-lain.
Sehubungan dengan hal itu, tidak ada salahnya untuk melihat kembali sistem-sistem penulisan sitasi dan referensi yang telah ada, sambil mempelajari perbedaan cara penulisannya di berbagai buku panduan. Dengan demikian maka akan diperoleh gambaran secara garis besar tentang sistem dan cara penulisan sitasi dan referensi, sekaligus memberikan motivasi untuk mengetahui lebih dalam melalui buku-buku referensi.
Kajian ini dilakukan dengan cara memperbandingkan penerapan sistem penulisan sitasi dan referensi dari 5 buku panduan terbitan asing, yaitu: Style Manual Committee Council of Biology Editors (1994) selanjutnya disingkat CBE, The University of Chicago Press (1982), Turabian (1987), Wilkinson (1991) dan International Organization for Standardization (1988) selanjutnya disingkat ISO.

SISTEM PENULISAN
Secara garis besar, sistem penulisan sitasi dapat digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu: 1. Sistem Pengarang-Tahun (Sistem Nama-Tahun); 2. Sistem Numerik (Sistem Urutan); dan 3. Sistem Catatan. Sistem Pengarang-Tahun sering dikenal dengan nama sistem Harvard, banyak digunakan dalam penulisan di bidang ilmu biologi, fisika, ilmu sosial dan kemanusian, juga disarankan untuk penulisan di bidang ilmu pengetahuan alam. Sistem Numerik banyak digunakan dalam ilmu kedokteran dan tulisan-tulisan sejenis tinjauan literatur yang memuat banyak sitasi, sementara sistem Catatan banyak digunakan di bidang ilmu kemanusiaan. Diantara ketiga sistem tersebut, sistem Pengarang-Tahun dan sistem Numerik paling banyak dipakai dalam penulisan tinjauan literatur. Oleh karena itu, tulisan ini hanya membahas kedua sistem tersebut.

SISTEM PENGARANG-TAHUN
Ciri-ciri
· Sitasi dalam teks dinyatakan dalam bentuk nama pengarang dan tahun terbit dokumen yang disitir yang ditempatkan di dalam tanda kurung. Antara nama pengarang dan tahun terbit dipisahkan dengan spasi atau tanda koma (bervariasi tergantung buku panduan).
· Nama pengarang pada sitasi/referensi dinyatakan dengan nama keluarga.
· Daftar referensi disusun sesuai dengan urutan abjad nama pengarang
· Urutan data bibliografi dalam referensi adalah: Nama pengarang, tahun terbit, judul, informasi lain kecuali tahun terbit.
Kelebihan
· Jika akan menambah atau menghapus referensi, penulis tidak perlu merubah keseluruhan urutan dalam daftar referensi.
· Pembaca dapat mengidentifikasi dokumen yang disitir tanpa melihat ke dalam daftar referensi.
· Tahun terbit dokumen dapat memberikan informasi yang berhubungan dengan perkembangan konsep dan metode yang sedang dibahas secara kronologis.
· Nama pengarang yang disitir tampil dalam teks.
Kelemahan
· Pada teks yang memuat banyak sitasi atau nama pengarang/lembaga yang terlalu panjang, maka panjangnya sitasi dapat mengganggu keterbacaan teks.
· Aturan pada sistem pengarang-tahun lebih rumit dibanding sistem numerik, misalnya tentang urutan sitasi, tanda baca antara sitasi, dan urutan abjad pengarang pada daftar referensi.
Cara Penyajian
Ada 2 macam cara penyajian sitasi sistem Pengarang-Tahun, yaitu :
· Nama pengarang merupakan bagian dari kalimat. Dalam hal ini, tahun terbit diletakkan di dalam tanda kurung. Contoh :
Wynken (1988) believe that………..
· Nama pengarang bukan merupakan bagian dari kalimat. Dalam hal ini, nama pengarang dan tahun terbit diletakkan di dalam tanda kurung. Contoh:
……and the most recent work (Dawson 1997) has shown a…

SISTEM NUMERIK
Ciri-ciri :
· Sitasi dalam teks dinyatakan dalam bentuk nomor (angka) yang ditempatkan di dalam tanda kurung atau di atas garis (superscript).
· Urutan nomor sitasi disusun berdasarkan urutan munculnya sitasi dalam teks.
· Daftar referensi disusun sesuai dengan nomor urut sitasi
· Urutan data bibliografi dalam referensi adalah: Nama pengarang, judul, informasi lain termasuk tahun terbit.
Kelebihan
· Keterbacaan teks tidak banyak mengalami gangguan
· Lebih praktis digunakan untuk teks yang memuat banyak sitasi dan secara terus menerus seperti tinjauan literatur.
· Menghemat ruang, kertas dan biaya.
Kekurangan
· Pembaca harus melihat daftar referensi jika ingin tahu karya siapakah yang disitir, karena sitasi dalam teks tidak memberikan informasi tentang hal itu.
· Jika penulis akan menambah atau menghapus referensi, maka keseluruhan urutan nomor referensi harus diubah.
· Nama pengarang kurang terlihat karena tidak muncul dalam teks.
Cara penyajian
· Ukuran huruf yang digunakan untuk nomor sitasi umumnya lebih kecil dari huruf pada teks.
· Nomor sitasi yang tidak berurutan dipisahkan dengan tanda koma tanpa spasi
· Nomor sitasi yang berurutan lebih dari dua nomor, cukup menuliskan nomor awal dan nomor akhir sitasi dan dipisahkan dengan tanda hubung. Jika hanya ada dua nomor, cukup dipisahkan dengan tanda koma.



CARA PENULISAN
SITASI
Perbedaan cara penulisan sitasi pada sistem Pengarang-Tahun dapat dilihat pada Tabel 1, dan perbedaan cara penulisan sitasi pada sistem Numerik dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 1
Penulisan Sitasi pada Sistem Pengarang-Tahun
Kategori
Pengarang Panduan
Penulisan Sitasi
1 Pengarang
CBE
(Smith 1986)

Chicago
(Smith 1986)

Turabian
(Smith 1986)

Wilkinson
(Smith, 1986)

ISO
(Smith, 1986)
1 Pengarang 2 karya
CBE
(Smith 1986, 1988)

Chicago
(Smith 1986, 1988)

Turabian
(Smith 1986, 1988)

Wilkinson
(Smith, 1986, 1988)
1 Pengarang 2 karya tahun sama
CBE
(Smith 1986a, 1986b)

Chicago
(Smith 1986a, 1986b)

Turabian
(Smith 1986a, 1986b)

Wilkinson
(Smith, 1986a, b)
2 Pengarang
CBE
(Smith and Dawson 1987)

Chicago
(Smith and Dawson 1987)

Turabian
(Smith and Dawson 1987)

Wilkinson
(Smith & Dawson, 1987)
3 Pengarang
CBE
(Smith, Jones, and others 1990)

Chicago
(Smith, Jones, and Brown 1990)

Turabian
(Smith, Jones, and Brown 1990)

Wilkinson
(Smith, Jones, and Brown, 1990)

ISO
(Smith et al., 1987)
>3Pengarang
CBE
(Smith and others 1987)

Chicago
(Smith et al. 1987)

Turabian
(Smith et al. 1987)

Wilkinson
(Smith et al., 1987)

ISO
(Smith et al., 1987)
Beberapa karya
CBE
(Dawson and Briggs 1974; Smith 1986; Brown 1987)

Chicago
(Dawson and Briggs 1974; Smith 1986; Brown 1987)

Turabian
(Dawson and Briggs 1974; Smith 1986; Brown 1987)

Wilkinson
(Dawson & Briggs, 1974; Smith, 1986; Brown, 1987)

Dari data-data tersebut di atas dapat diketahui bahwa perbedaan sistem penu-lisan sitasi pada sistem Pengarang-Tahun dari 5 panduan tersebut terletak pada:
· Penggunaan tanda baca (koma) diantara nama pengarang dengan tahun terbit dokumen.
· Penggunaan simbol & sebagai pengganti “and”
· Penggunaan istilah “and others” dengan “et al.”
· Penggunaan singkatan huruf untuk menuliskan 2 karya pengarang dengan tahun terbit yang sama.
Tabel 2
Penulisan Sitasi pada Sistem Numerik

Kategori
Pengarang
Panduan
Penulisan Sitasi
1 Karya
CBE
has been shown1 .....

Wilkinson
has been shown1 to..


has been shown (1) to...


has been shown [1] to...

ISO
has been shown (1)……
Beberapa karya
CBE
have been shown1,2,5,7‑9...

Wilkinson
studied by many workers.1,3,17


studied by many workwers (1, 3, 5).


studied by many workwers [1‑10].


studied by many workwers [1]‑[10].

Dari data di atas terlihat bahwa penulisan sitasi dalam teks dengan sistem Numerik dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: menuliskan nomor/angka di atas garis (superscript), atau menempatkannya di dalam kurung ataupun kurung siku.

REFERENSI
Perbedaan cara penulisan referensi pada sistem Pengarang–Tahun dapat dilihat pada Tabel 3, dan perbedaan cara penulisan referensi pada sistem Numerik dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 3
Penulisan Referensi pada Sistem Pengarang-Tahun
Kategori
Pengarang
Panduan
Penulisan Referensi
Buku, 1 pengarang
CBE
Smith John Q. 1986. Urban turmoil : The politics of hope. New City: Polis. 1223 p.

Chicago
Smith, John Q. 1986. Urban turmoil : The politics of hope. New City: Polis.

Turabian
Smith, John Q. 1986. Urban turmoil : The politics of hope. New City: Polis.

Wilkinson
Smith, John Q. 1986. Urban turmoil : The politics of hope. New City: Polis.

ISO
CRANE, D. 1972. Invisible colleges. Chicago: Univ. of Chicago Press.
Buku, 2 Pengarang
CBE
(Nama disingkat)
Smith JQ, Galloway J. 1984. Peace in Ireland. Bos­ton: Harper & Row. 324 p.


(Nama tdk disingkat)
Smith, John Q; Galloway, Joseph. 1984. Peace in Ireland. Boston: Harper & Row.

Chicago
Smith, John Q., and Joseph Galloway. 1984. Peace in Ireland. Boston: Harper & Row.

Turabian
Smith, John Q., and Joseph Galloway. 1984. Peace in Ireland. Boston: Harper & Row.

Wilkinson
Smith, John Q., and Joseph Galloway. 1984. Peace in Ireland. Boston: Harper & Row.
Majalah, 1 Pengarang
CBE
Jackson, Richard. 1979. Runing down the up escala­tor. Australian Geographer 14 (5): 175‑84.

Chicago
Jackson, Richard. 1979. Runing down the up escala­tor. Australian Geographer 14 (May): 175‑84.

Turabian
Jackson, Richard. 1979. Runing down the up escala­tor. Australian Geographer 14 (May): 175‑84.

Wilkinson
Jackson, Richard. 1979. Runing down the up escala­tor. Australian Geographer 14 (May): 175‑84.

ISO
STIEG, MF. 1981. The information needs of historians. College and Research Libraries, Nov. 1981, vol 42, no. 6, p. 549-560.
Majalah, 2 Pengarang
CBE
Broom R, Robinson JT. 1980. Man contemporaneous with ape man. Am J Phys Anthrop 2:36‑74.

Chicago
Broom, R., and J.T. Robinson. 1950. Man contempora­neous with ape man. Am. J. Phys. Anthrop. 2:36‑74.

Turabian
Broom, R., and J.T. Robinson. 1950. Man contempora­neous with ape man. Am. J. Phys. Anthrop. 2:36‑74.

Wilkinson
Broom, R., and J.T. Robinson. 1950. Man contempora­neous with ape man. Am. J. Phys. Anthrop. 2:36‑74.
Prosiding
CBE
Chave K. E. 1964. Skeletal durability and preser­vation. In : Imbrie J, Newel N, editor. Approaches to paleoecology; 1964 Apr 13-16; Hongkong. New York: Wiley. p. 377‑87.

Turabian
Chave, K. E. 1964. Skeletal durability and preser­vation. In Approaches to paleoecology in Hongkong 13‑16 September 1964, edited by J. Imbrie and N. Newel, 377‑87. New York: Wiley.

ISO
BURCHARD, JE. 1965. How humanists use a libra-ry. In Intrex : report of planning conference on information transfer experiments, Sept. 3, 1965. Cambridge, Mass.: M.I.T. Press, 1965.
Tesis/ Disertasi
CBE
Maguire, J. 1968. A taxonomic and ..... Ph.D. diss. University of California. Berkeley. 180 p.

Chicago
Maguire, J. 1968. A taxonomic and ..... Ph.D. diss. University of California. Berkeley.

Turabian
Maguire, J. 1968. A taxonomic and ..... Ph.D. diss. University of California.

Wilkinson
Maguire, J. 1968. A taxonomic and ..... Ph.D. dis­sertation, University of California.
Laporan
CBE
Cohen, B. G. F. 1984. Human aspects in office auto­mation. Wisconsin : University of Wisconsin. 60 p.

Turabian
Cohen, B. G. F. 1984. Human aspects in office auto­mation. Wisconsin : University of Wisconsin.

Dari data-data tersebut di atas dapat diketahui bahwa perbedaan sistem penulisan referensi pada sistem Pengarang-Tahun dari 5 panduan tersebut terletak pada :
· Pembalikan nama pengarang. Penulisan nama pengarang pertama selalu dibalik sedangkan penulisan nama pengarang kedua dan seterusnya ada yang dibalik ada yang tidak.
· Penulisan nama pengarang. Ada yang menggunakan huruf kapital semua.
· Penggunaan singkatan untuk menyatakan halaman. Ada yang menggunakan singkatan pp. atau p.
· Pencantuman jumlah halaman untuk buku, prosi­ding, disertasi dan laporan. Ada yang mencantumkan, dan ada yang tidak mencantumkan.
· Pemberian identifikasi khusus pada sebagian data bibliografi (judul buku, judul majalah, judul prosiding, judul lapor­an). Ada yang mencetak dengan huruf miring, garis bawah, atau tanpa perlakuan khusus.
· Penggunaan tanda baca, misalnya sing­katan nama pengarang dan judul majalah tidak perlu membubuhkan tanda baca titik, atau menghilangkan “and” untuk menyata­kan adanya dua pengarang atau lebih.
· Urutan penempatan data bibliografi, misalnya pada referensi berbentuk prosiding.



Tabel 4
Penulisan Referensi pada Sistem Numerik

Kategori
Pengarang Panduan
Penulisan Referensi
Buku, 1 pengarang
CBE
Smith, John Q. Urban turmoil : The politics of hope. New City: Polis; 1986. 1223 p.

ISO
CRANE, D. Invisible colleges. Chicago: Univ. of Chicago Press, 1972.
Buku, 2 Pengarang (nama disingkat)
CBE
Smith JQ, Galloway J. Peace in Ireland. Boston: Harper & Row; 1984. 324 p.
Buku, 3 pengarang (nama lengkap)
CBE
Smith, John G; Galloway, Joseph; Brown, James. Peace in Ireland. Boston: Harper & Row; 1984. 324 p.
Majalah,
1 pengarang
CBE
Jackson, Richard. Runing down the up escalator. Australian Geographer 1979 Nov 13; 14 (5): 175‑84.

ISO
STIEG, MF. The information needs of historians. College and Research Libraries, Nov. 1981, vol 42, no. 6, p. 549-560.
Majalah,
2 pengarang
CBE
Broom R, Robinson JT. Man contempora -neous with ape man. Am J Phys Anthrop 1980; 2: 36‑74.
Prosiding,
1 pengarang
CBE
Chave, K. E. Skeletal durability and preservation. In: Imbrie J, Newel N, editor. Approaches to paleoecology; 1984 April 13‑16; Hongkong. New York: Wiley; 1985. p. 377‑87.

ISO
BURCHARD, JE. How humanists use a libra-ry. In Intrex : report of planning conference on information transfer experiments, Sept. 3, 1965. Cambridge, Mass.: M.I.T. Press, 1965, p. 219.
Tesis/disertasi,
1 pengarang
CBE
Maguire, J. A taxonomic and ...…….. [dissertation]. Berkeley: University of California; 1968. 180 p.
Laporan,
1 pengarang
CBE
Cohen, B. G. F. Human aspects in office automation. Wiscon­sin : University of Wisconsin; 1989. 60 p.

Dari data-data tersebut di atas dapat diketahui bahwa perbedaan sistem penulisan referensi pada sistem Numerik dari 5 panduan tersebut terletak pada :
· Perbedaan cara penulisan referensi antara sistem pengarang-tahun dan sistem numerik terletak pada penempatan tahun terbit dokumen. Pada sistem pengarang- tahun, tahun terbit ditulis setelah pengarang, sedangkan pada sistem numerik tahun terbit dokumen diletakkan di belakang setelah informasi judul dokumen.
· Tidak semua buku panduan membahas sistem numerik. CBE adalah salah satu panduan yang memuat sistem numerik secara lengkap beserta contoh, sedangkan pada ISO 690-1987 hanya memuat beberapa contoh saja. Perbedaan antara keduanya adalah:
- Penulisan nama pengarang. ISO menulis nama pengarang dengan huruf kapital semua.
- Pemberian identifikasi khusus pada sebagian data bibliografi. ISO memberi identifikasi dengan huruf miring.
- Penggunaan tanda baca dan singkatan misalnya pada data bibliografi majalah.

KESIMPULAN
Berdasarkan data tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa :
1. Secara umum ada beberapa sistem penulisan sitasi dan referensi, yaitu: Sistem Pengarang‑Tahun, Sistem Numerik, dan Sistem Catatan. Masing-masing sistem mempunyai ciri, kelebihan dan kelemahan.
2. Tata cara penulisan sitasi dan referensi yang termuat dalam suatu buku panduan yang satu belum tentu sama dengan buku panduan lainnya tergantung ciri khas masing-masing. Pada sitasi, perbedaan terletak pada penggunaan singkatan, simbol, istilah dan tanda baca. Pada daftar referensi, perbedaan terletak pada: penulisan nama pengarang, urutan/kelengkapan data bibliografi, pemberian tanda khusus pada sebagian data bibliografi, penggunaan singkatan dan tanda baca.
SARAN
1. Sebelum menulis karya ilmiah baik berupa buku, makalah, laporan penelitian, dan sejenisnya, pengarang hendaknya menetapkan salah satu sistem penulisan sitasi dan referensi yang akan digunakan, apakah sistem Numerik, sistem Pengarang-Tahun atau sistem Catatan. Pemilihan sistem disesuaikan dengan peruntukannya. Penulis hendaknya konsisten dengan satu sistem sehingga tidak mencampur adukkan antara sistem yang satu dengan sistem yang lain.
2. Penulis hendaknya menetapkan salah satu buku panduan yang akan digunakan, kecuali jika karya ilmiah dimaksudkan untuk dipublikasikan melalui media/ majalah tertentu yang telah mempunyai aturan tersendiri. Dalam hal ini, penulis dituntut untuk mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh media/majalah tersebut.
3. Untuk memudahkan penulis, instansi/lembaga hendaknya menetapkan panduan mana yang sebaiknya diikuti dan menyediakan buku panduannya di perpustakaan.

DAFTAR PUSTAKA

International Organization for Standardization. 1988. Documentation – Bibliographic references, content form and structure : ISO 690-1987. In Documentation and information : ISO standards handbook 1. 3rd ed., 436-447. Geneva: International Organization for Standardization.

Sri Purnomowati, dan Rini Yuliastuti. 1997. Kajian sistem penulisan tinjauan literatur terbitan PDII-LIPI. Jakarta : Sub Bidang Pengkajian Informasi Ilmiah – Bidang Pengembangan Informasi Ilmiah PDII-LIPI. (Tidak dipublikasikan)

Style Manual Committee Council of Biology Editors. 1994. Scientific style and format: The CBE manual for authors, editors, and publish­er. 6th ed. New York: Cambridge University Press.

Turabian, Kate L. 1987. A manual for writers: Term papers, theses, and dissertation. 5th ed. Chicago : The University of Chica­go Press.

The University of Chicago Press. 1982. The Chicago manual of style. 13th ed. Chicago: The Universi­ty of Chicago Press.

Wilkinson, Antoinette Miele. 1991. The scientist’s handbook for writing papers and dissertation. New Jersey: Prentise Hall.


* Dimuat dalam Jurnal Binus 8 (1) 2000 : 71-81.
** Sub Bidang Pengkajian Informasi Ilmiah PDII-LIPI

0 Comments:

Post a Comment

<< Home