Name:
Location: Jakarta, Indonesia

Tuesday, October 31, 2006

KESESUAIAN PENYAJIAN MAJALAH ILMIAH LUAR NEGERI
DENGAN STANDAR INTERNASIONAL (ISO 8-1977)*

Sri Purnomowati** dan Rini Yuliastuti***

Abstract

The purpose of this study is to find out the compliance of foreign scientific periodicals with the International Standard for periodicals presentation (ISO 8-1977); and identification of rules in ISO 8-1977 which have been applied or not. The study took 102 titles of foreign scientific periodicals of PDII-LIPI holdings as samples which were taken by random sampling. The study shows that none of the samples is completely in compliance with the standard, 23,53% samples are in almost compliance with the standard, and 76,47% samples are in less compliance with the standard. Some of the rules in ISO 8-1977 which have been applied are: the numbering of cover page, lists of editors, the name of publisher, and the number of first page of article on contents list. Some of the rules in ISO 8-1977 which have not been applied yet are: the writing and allocation of ISSN on cover page; inclusion : the number/volume, the date of publication, and ISSN on title page; inclusion ISSN and the number of the last page of article on contents list; inclusion the running title on text page; the abstract sheets, and bibliographic strips.

Keyword : Scientific publications; Periodicals


PENDAHULUAN

Majalah ilmiah merupakan media komunikasi yang sangat berperan dalam memacu perkembangan Iptek. Oleh karena itu, pengelolaannya perlu ditangani dengan sebaik-baiknya agar informasi yang termuat dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Dengan adanya globalisasi informasi, kegiatan pengumpulan dan pertukaran informasi berkembang menembus ruang dan waktu, sehingga perlu kesamaan persepsi dalam pengelolaannya. Hal ini dapat terlaksana jika ada suatu standar yang disepakati bersama sehingga terwujud suatu terbitan yang konsisten dan taat azas.
Sehubungan dengan hal tersebut, penyajian majalah perlu mendapatkan perhatian khusus karena pengaruhnya pada proses pengolahan, penyusunan, penyebaran dan pemanfaatan dokumen. Standar tentang penyajian majalah antara lain memuat ketentuan-ketemtuan mengenai tata cara penulisan dan penempatan unsur-unsur yang seharusnya ada dan sebaiknya ada dalam sebuah majalah. Sebagai contoh: unsur apa saja yang harus tercantum pada halaman sampul, halaman judul, daftar isi, dan halaman teks, kemudian bagaimana cara menuliskan judul, nomor terbitan, volume terbitan, ISSN, waktu terbit, judul sirahan, dan sebagainya. Lopez-Cozar dan Perez (1995) menyatakan bahwa standar penyajian majalah dapat meningkatkan kemampuan transfer isi suatu majalah. Dengan kata lain, dapat dinyatakan bahwa semakin besar kesesuaiannya dengan standar, maka akan semakin besar pula kemampuan transfer isinya.

* Dimuat dalam Jurnal Ilmu Informasi, Perpustakaan dan Kearsipan 1 (2) 1999 :
94-113.
** Peneliti di PDII-LIPI
*** Staf Sub Bidang Pengkajian Informasi Ilmiah – PDII-LIPI

Standar yang berkaitan dengan penyajian majalah di tingkat nasional adalah SNI 19-1950-1990, yang mengacu pada standar internasional ISO 8-1977. Sebagai langkah awal dari upaya peningkatan kualitas penyajian majalah ilmiah Indonesia, Sri Purnomowati dkk (1999) telah melakukan penelitian mengenai kesesuaian penyajian majalah ilmiah Indonesia dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 19-1950-1990). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil majalah ilmiah Indonesia yang mendekati standar. Temuan ini menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa kendala di lapangan yang menghambat penerapan standar. Sementara itu, masyarakat umumnya menganggap bahwa penyajian majalah ilmiah luar negeri tentu telah memenuhi standar, sehingga layak dijadikan acuan. Apakah anggapan tersebut benar?

Perumusan Masalah
Secara umum permasalahan dalam penelitian ini adalah kualitas penyajian majalah ilmiah terbitan luar negeri. Secara rinci, masalah-masalah tersebut dapat diidentifikasi sebagai berikut:
1. Bagaimana kesesuaian penyajian majalah ilmiah terbitan luar negeri dengan Standar Internasional (ISO 8-1977) ?
2. Ketentuan mana dalam ISO 8-1977 yang telah atau belum dilaksanakan?

Tujuan Penelitian
1. Mengetahui kesesuaian penyajian majalah ilmiah terbitan luar negeri dengan Standar Internasional (ISO 8-1977).
2. Mengidentifikasi ketentuan-ketentuan dalam ISO 8-1977 yang sudah atau belum dilaksanakan.

Manfaat Penelitian
1. Sebagai studi perbandingan yang berguna bagi instansi terkait untuk meningkatkan kualitas penyajian majalah ilmiah Indonesia
2. Sebagai sumber informasi bagi Pusat Standarisasi Nasional/Badan Standarisasi Nasional sehubungan dengan penerapan standar penyajian majalah di luar negeri
3. Sebagai sumber informasi bagi para penerbit maupun editor majalah ilmiah Indonesia, demi peningkatan kualitas penyajian majalah ilmiah Indonesia.

TINJAUAN LITERATUR

Standar Penyajian Majalah
Di tingkat nasional, Indonesia telah menerbitkan SNI 19-1950-1990, yaitu standar nasional untuk penyajian terbitan berkala yang mencakup majalah, berita, buletin, laporan tahunan, dan lain-lain. Standar nasional tersebut antara lain mengacu pada standar internasional: ISO 8-1977 (Documentation - Presentation of Periodicals) dan ISO 18-1981 (Documentation - Contents List of Periodicals). Di tingkat internasional, standar penyajian majalah adalah ISO 8-1977, antara lain memuat cara penyajian : judul, nomor, volume, waktu terbit, informasi tentang terbitan, judul sirahan, informasi tentang terbitan, cara penomoran halaman, penyajian artikel, daftar isi, halaman indeks dan lain-lain. ISO 8-1977 mengacu pada standar lainnya, yaitu:
1. ISO 4 : Documentation-International code for the abbreviation of titles of periodicals.
2. ISO/R18 : Short contents list of periodicals or other documents
3. ISO 30 : Bibliographical identification of serial publications
4. ISO/R 215: Presentation of contributions ton periodicals
5. ISO 216 : Writing paper and certain classes of printed matter
6. ISO 999 : Documentation-Index of Publication
7. ISO 2014 : Writing of calendar dates in all numeric form
8. ISO 3297 : Documentation-International standar serial numbering
9. ISO 5122 : Documentation-Abstracts sheets in serial publications
Pada dasarnya, ketentuan yang termuat dalam SNI 19-1950-1990 tidak jauh berbeda dengan ketentuan yang termuat dalam standar internasional ISO 8-1977. Perbedaannya, beberapa ketentuan dalam SNI 19-1950-1990 memberikan penjelasan lebih rinci, misalnya mengenai judul sirahan dan lajur bibliografi.

Majalah Ilmiah di Indonesia
Perkembangan majalah di Indonesia boleh dikatakan cukup mengembirakan. Sekitar 400 judul majalah baru diterbitkan setiap tahunnya. Namun di tingkat internasional, produktifitas penerbitan majalah ilmiah Indonesia masih kalah dibandingkan dengan negara-negara tetangga, seperti: Thailand, Malaysia, Singapura, dan Filipina (Gibbs, 1995). Berdasarkan data PDII-LIPI, jumlah majalah yang mempunyai ISSN sampai awal Oktober 1998, tercatat 6.671 judul, sekitar 45% termasuk kategori ilmiah dan semi ilmiah.
Hasil penelitian Sri Purnomowati dkk (1999) mengenai kesesuaian penyajian majalah ilmiah Indonesia dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 19-1950-1990) terhadap 288 judul majalah ilmiah dan semi ilmiah koleksi PDII-LIPI menunjukkan bahwa: tak satupun terbitan yang memenuhi standar, hanya 10,42% terbitan mendekati standar, sejumlah 85,76% terbitan kurang memenuhi standar, dan 3,82% terbitan tidak mengikuti standar. Adapun ketentuan dalam SNI 19-1950-1990 yang belum dilaksanakan adalah: pencantuman volume, nomor, waktu terbit, dan ISSN pada halaman judul dan daftar isi, pencantuman tahun pertama terbit pada halaman judul, pencantuman nama dan alamat penerbit, pencantuman nomor halaman akhir artikel pada daftar isi, pembuatan judul sirahan pada halaman teks, pencantuman frekuensi penerbitan, lembar abstrak, dan lajur bibliografi.
Sementara itu, keadaan koleksi majalah luar negeri di Indonesia masih belum memadai, mengingat harga langganannya yang cukup mahal. Untuk memenuhi kebutuhannya, sebagian pemakai yang mampu terpaksa memesan fotokopi artikel majalah ke luar negeri. Sebagai gambaran, PDII-LIPI melanggan 1.026 judul di tahun 1997. Namun dengan adanya krisis moneter, jumlah tersebut menyusut menjadi 367 judul di tahun 1988 sampai akhirnya tinggal 29 judul di tahun 1999.

KERANGKA PEMIKIRAN
Selama ini penyajian majalah ilmiah luar negeri dianggap lebih baik dan dijadikan acuan bagi majalah ilmiah Indonesia. Namun demikian, anggapan tersebut belum tentu benar sebelum dibuktikan melalui suatu penelitian. Jika terbitan luar negeri terbukti telah memenuhi standar, maka keberhasilannya dapat dijadikan contoh dan motivasi demi perbaikan kualitas penyajian majalah Ilmiah Indonesia. Namun sebaliknya, jika terbitan luar negeri belum sesuai standar, maka temuan tersebut perlu disebarluaskan agar majalah Indonesia tidak mencontoh terbitan yang ternyata tidak sesuai standar.
Disamping itu, jika ketentuan standar yang telah/belum dipenuhi dapat diidentifikasi, maka akan diketahui kesulitan-kesulitan yang dialami oleh terbitan baik asing ataupun Indonesia dalam memenuhi standar yang berlaku. Informasi tersebut dapat dijadikan bahan masukan bagi lembaga pembuat standar demi terciptanya standar yang akomodatif.

Ruang Lingkup/Batasan Penelitian
1. Penelitian dilakukan terhadap majalah ilmiah terbitan luar negeri koleksi PDII-LIPI
2. Kualitas penyajian suatu majalah diukur berdasarkan kesesuaian 35 unsur dalam terbitan dengan ketentuan dalam ISO 8-1977, mencakup : 7 unsur yang harus ada di halaman sampul, 9 unsur yang harus ada di halaman judul, 10 unsur yang harus ada di daftar isi, 3 unsur yang harus ada di halaman teks, dan 6 unsur lain-lain.
3. Penelitian ini tidak mengevaluasi unsur-unsur yang memerlukan pengamatan terhadap majalah lebih dari satu nomor terbitan seperti : perubahan judul, pengga-bungan beberapa judul, pemecahan judul, atau konsistensi format terbitan.

METODOLOGI
Penelitian survei ini dilakukan di PDII-LIPI pada bulan Februari-Agustus 1999. Populasi dalam penelitian ini adalah majalah ilmiah asing koleksi PDII-LIPI Jumlah keseluruhan majalah luar negeri yang dilanggan oleh PDII-LIPI adalah 1026 judul. Teknik pengambilan contoh dilakukan secara acak, berjumlah sekitar 10% dari populasi.
Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang dibuat berdasarkan ketentuan-ketentuan pokok yang termuat dalam ISO 8-1977, mencakup evaluasi terhadap 35 unsur terbitan. Setiap unsur yang dievaluasi, jika ada dan sesuai standar diberi angka 2, jika ada tetapi tidak sesuai standar diberi angka 1, jika tidak muncul dalam terbitan, diberi angka 0. Berdasarkan perolehan angka tersebut, hasil evaluasi dapat digolongkan menjadi 4 kategori, yaitu: memenuhi standar (Nilai 70), mendekati standar (Nilai 51- 69), kurang memenuhi standar (Nilai 30- 50) dan tidak mengikuti standar (Nilai <30). Selanjutnya data disajikan dalam bentuk tabel, berupa angka dan prosentase.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Identitas Responden
Sampel dalam penelitian ini adalah 102 judul majalah ilmiah terbitan luar negeri koleksi PDII-LIPI, mencakup: 54% terbitan Amerika, 33% terbitan Inggris, dan 11% terbitan negara lain-lain (Australia, Jerman, Jepang, Belanda, dan Canada).

Kualitas Penyajian Majalah Ilmiah
Hasil penelitian pada Tabel 1 menunjukkan bahwa tak ada terbitan yang memenuhi semua ketentuan dalam standar, 23,53% terbitan telah mendekati standar, dan sisanya 76,47% terbitan kurang memenuhi standar.

Tabel 1
Kesesuaian Penyajian Majalah Luar Negeri dengan Standar
Kriteria
Nilai
Jumlah sampel
Jumlah sampel (%)
Memenuhi standar
70
0
0,00
Mendekati standar
51-69
24
23,53
Kurang memenuhi standar
30-50
78
76,47
Tidak mengikuti standar
<30
0
0,00
Jumlah

102
100,00

Jika dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya terhadap majalah ilmiah Indonesia (Sri Purnomowati dkk., 1999), kualitas penyajian majalah ilmiah terbitan luar negeri boleh dikatakan sedikit lebih baik, walaupun keduanya tak ada yang memenuhi semua ketentuan dalam standar. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa hanya 10,42% majalah ilmiah Indonesia yang mendekati standar, 85,76% terbitan kurang memenuhi standar, dan 3,82% tidak mengikuti standar.

Penerapan ISO 8-1977
Penerapan ketentuan dalam ISO 8-1977 dapat diketahui dari angka kesesuaian penyajian setiap unsur yang dievaluasi dengan ketentuan standar. Dari 35 unsur terbitan yang dievaluasi, 7 unsur ada pada halaman sampul, 9 unsur ada pada halaman judul, 10 unsur ada pada daftar isi, 3 unsur ada pada halaman teks dan 6 unsur lain-lain. Angka 2 menunjukkan bahwa unsur terbitan yang dievaluasi telah sesuai standar. Angka 1 menunjukkan bahwa unsur terbitan yang dievaluasi belum sesuai standar. Angka 0 menunjukkan bahwa unsur yang dievaluasi tidak tercantum dalam terbitan. Penjelasan secara rinci mengenai angka kesesuaian unsur-unsur tersebut dengan standar, adalah sebagai berikut:

Penyajian Halaman Sampul
Tujuh unsur pada halaman sampul yang dievaluasi yaitu: cara penulisan judul majalah, keseragaman penulisan judul, penulisan nomor terbitan, volume terbitan, ISSN, waktu terbit, dan penomoran halaman sampul.
Hasil evaluasi (Lihat Tabel 2) menunjukkan bahwa penyajian unsur dalam halaman sampul yang sepenuhnya telah memenuhi standar adalah : cara penomoran halaman sampul. Adapun penyajian judul majalah, keseragaman penulisan judul, penulisan nomor terbitan, volume terbitan, dan waktu terbit, telah dipenuhi oleh sebagian besar terbitan. Dengan kata lain, penyajian unsur-unsur tersebut di atas telah mendekati standar. Unsur dalam halaman sampul yang penyajiannya kurang memenuhi standar adalah : pencantuman ISSN. Kenyataan menunjukkan bahwa sebagian terbitan yang dievaluasi (39%) belum mencantumkan ISSN pada halaman sampul. Jika evaluasi cara penulisan dan penempatan ISSN berpedoman pada ISO 3297-1986, maka tingkat kesesuaiannya dengan standar akan lebih rendah lagi, yaitu hanya 23% terbitan yang menuliskan dan menempatkan ISSN secara benar. Ketentuan dalam ISO 3297-1986 menyebutkan bahwa: ISSN harus dicetak di pojok kanan atas sampul depan terbitan. ISSN terdiri dari delapan digit dalam angka Arab. Cara penulisan didahului dengan singkatan ISSN diikuti 8 digit nomor yang ditulis menjadi 2 kelompok, masing-masing terdiri dari dari empat digit dan dipisahkan dengan tanda hubung (-). Kesalahan yang sering terjadi dalam pencantuman ISSN adalah penempatannya yang bukan di pojok kanan atas, penambahan tanda baca yang tidak perlu seperti penambahan titik dua, dan penambahan tanda kurung.
Dari data tersebut diketahui bahwa kesalahan penulisan ISSN ternyata tidak hanya terjadi pada majalah ilmiah Indonesia, tetapi juga terjadi pada majalah ilmiah terbitan luar negeri. Kesalahan yang sering terjadi di Indonesia dalam hal penulisan volume terbitan dalam angka Romawi, ternyata jarang terjadi pada majalah terbitan luar negeri.

Tabel 2
Kesesuaian Unsur-unsur terbitan dengan standar

Bagian Terbitan
Unsur Terbitan
Nilai rata-rata
Keterangan

Halaman Sampul
Judul terbitan
1,99
Mendekati standar

Keseragaman judul terbitan
1,91
Mendekati standar

Penulisan nomor terbitan
1,75
Mendekati standar

Penulisan volume terbitan
1,77
Mendekati standar

Penulisan ISSN
1,24
Kurang memenuhi standar

Penulisan waktu terbit
1,75
Mendekati standar

Penomoran halaman sampul
2,00
Memenuhi standar




Halaman Judul
Judul terbitan
1,87
Mendekati standar

Penanggung Jawab/redaksi
2,00
Memenuhi standar

Penulisan nomor terbitan
0,64
Tidak mengikuti standar

Penulisan volume terbitan
0,75
Tidak mengikuti standar

Penulisan ISSN
1,22
Kurang memenuhi standar

Penulisan waktu terbit
0,69
Tidak mengikuti standar

Nama Penerbit
2,00
Memenuhi standar

Alamat Penerbit
1,98
Mendekati standar

Penomoran halaman judul
1,89
Mendekati standar




Daftar Isi
Judul terbitan
1,84
Mendekati standar

Penulisan nomor terbitan
1,85
Mendekati standar

Penulisan volume terbitan
1,88
Mendekati standar

Penulisan waktu terbit
1,71
Mendekati standar

Penulisan ISSN
0,69
Tidak mengikuti standar

Penempatan daftar isi
1,56
Mendekati standar

Nama penulis artikel
1,94
Mendekati standar

Judul lengkap artikel
1,99
Mendekati standar

Nomor halaman awal
2,00
Memenuhi standar

Nomor halaman akhir
0,14
Tidak mengikuti standar




Halaman Teks
Judul Sirahan
1,00
Tidak mengikuti standar

Penomoran halaman
1,87
Mendekati standar

Penempatan gambar, tabel
1,97
Mendekati standar




Lain-lain
Frekuensi penerbitan
1,78
Mendekati standar

Tahun pertama terbit
0,24
Tidak mengikuti standar

Harga langganan/satuan
1,92
Mendekati standar

Alamat redaksi/distributor
2,00
Memenuhi standar

Lembar abstrak
0,01
Tidak mengikuti standar

Lajur bibliografi
0,14
Tidak mengikuti standar

Keterangan : Angka 2 = Unsur termuat dan sesuai standar
Angka 1 = Unsur termuat tetapi tidak sesuai standar
Angka 0 = Unsur tidak termuat dalam terbitan


Penyajian Halaman Judul
Ada 9 unsur pada halaman judul yang dievaluasi yaitu: cara penulisan judul majalah, adanya penanggungjawab terbitan/susunan redaksi, penulisan nomor terbitan, volume terbitan, ISSN, waktu terbit, nama dan alamat penerbit, tahun pertama terbit, dan penomoran halaman judul.
Hasil evaluasi (Lihat Tabel 2) menunjukkan bahwa unsur-unsur yang penyajiannya telah memenuhi standar adalah : adanya penanggung jawab terbitan/susunan redaksi, dan nama penerbit. Adapun unsur lainnya yang mendekati standar adalah: penulisan judul majalah, alamat penerbit, dan penomoran halaman judul. Unsur dalam halaman judul yang penyajiannya kurang memenuhi standar adalah : pencantuman nomor terbitan, volume terbitan, waktu terbit dan ISSN.
Dalam standar disebutkan bahwa pada setiap volume harus ada halaman judul. Tetapi, umumnya terbitan memuat halaman judul pada setiap nomor terbitan. Kesalahan yang sering terjadi adalah tidak dicantumkannya ke empat unsur tersebut diatas yaitu volume, nomor, waktu terbit, dan ISSN.

Penyajian Daftar Isi
Ada 10 unsur pada halaman daftar isi yang dievaluasi yaitu unsur yang harus ada di atas daftar isi mencakup: judul majalah, volume terbitan, nomor terbitan, waktu terbit, ISSN; unsur yang harus ada dalam daftar isi mencakup: nama penulis artikel, judul lengkap artikel, nomor halaman awal, nomor halaman akhir, dan penempatan daftar isi.
Hasil evaluasi (Lihat Tabel 2) menunjukkan bahwa unsur dalam halaman daftar isi yang telah memenuhi standar adalah : pencantuman nomor halaman awal artikel. Adapun cara penulisan judul majalah, penulisan nomor terbitan, volume terbitan, waktu terbit, penulisan nama penulis artikel, dan judul lengkap artikel, telah mendekati standar. Dengan kata lain, sebagian besar terbitan yang dievaluasi telah menyajikan ke enam unsur tersebut diatas sesuai dengan ketentuan standar. Penempatan daftar isi yang benar adalah diletakkan tersendiri setelah halaman judul. Tetapi beberapa terbitan masih ada yang menempatkannya di halaman sampul depan, halaman sampul belakang atau menyatu dengan halaman judul. Unsur pada daftar isi yang tidak mengikuti standar adalah pencantuman ISSN, dan pencantuman nomor halaman akhir artikel. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa hanya 6% terbitan yang telah mencantumkan nomor halaman akhir artikel pada daftar isi.

Penyajian Halaman Teks
Ada 3 unsur pada halaman teks yang dievaluasi yaitu unsur judul sirahan, penomoran halaman, dan penempatan gambar dan tabel. Hasil evaluasi (Lihat Tabel 2) menunjukkan bahwa penulisan judul sirahan umumnya belum mengikuti ketentuan standar. Hanya 2,9% terbitan yang telah mencantumkan judul sirahan dengan benar. Kesalahan yang sering dijumpai adalah pencantuman judul sirahan yang kurang lengkap. Adapun penomoran halaman dan penempatan gambar dan tabel pada sebagian besar terbitan telah sesuai standar.

Penyajian Unsur lain-lain
Ada 6 unsur lain-lain yang harus ada pada terbitan adalah: frekuensi penerbitan, tahun pertama terbit, harga langganan/satuan, alamat redaksi/distributor, lembar abstrak dan lajur bibliografi. Dari unsur-unsur tersebut, hanya pencantuman alamat redaksi/ distributor yang sepenuhnya telah mengikuti standar. Adapun pencantuman frekuensi penerbitan dan harga langganan/satuan telah mendekati standar. Ketentuan dalam standar yang belum dilaksanakan adalah; pencantuman tahun pertama terbit, adanya lembar abstrak, dan adanya lajur bibliografi. Hanya 11,76% terbitan yang telah mencantumkan tahun pertama terbit, 13,73% terbitan memuat lajur bibliografi dan hanya 1,96% terbitan yang telah mencantumkan lembar abstrak, cara penulisannyapun belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sebagai catatan, perlu diketahui bahwa sebagian besar terbitan telah memuat judul terbitan pada punggung buku. Sebagian terbitan telah mempunyai halaman indeks ataupun daftar isi kumulatif pada akhir volume, sementara majalah ilmiah Indonesia masih jarang yang memuatnya.

KESIMPULAN

1. Kesesuaian penyajian majalah ilmiah luar negeri dengan ISO 8-1977, adalah: 1. Tak ada terbitan yang memenuhi semua ketentuan yang termuat standar; 2. Penyajian 23,53% majalah ilmiah luar negeri telah mendekati standar; dan 3. Penyajian 76,47% majalah ilmiah luar negeri kurang memenuhi standar.
2. Ketentuan-ketentuan dalam ISO 8-1977 belum seluruhnya dilaksanakan. Ketentuan yang telah dilaksanakan oleh semua majalah ilmiah luar negeri adalah: penomoran halaman sampul, pencantuman penanggung jawab terbitan/susunan redaksi, pencan-tuman nama penerbit, dan pencantuman nomor halaman awal artikel pada daftar isi. Adapun ketentuan dalam ISO 8-1977 yang umumnya belum dilaksanakan adalah: pencantuman ISSN pada halaman sampul, pencantuman nomor terbitan, volume terbitan, tahun terbit dan ISSN pada halaman judul, pencantuman ISSN dan nomor halaman akhir artikel pada daftar isi, pencantuman judul sirahan pada halaman teks, pencantuman tahun pertama terbit, pencantuman lembar abstrak, dan lajur bibliografi.

SARAN
1. Perlu peningkatan upaya sosialisasi standar penyajian majalah di kalangan penerbit, baik melalui penyuluhan ataupun penyusunan buku pedoman.
2. Perlu evaluasi lebih lanjut oleh instansi yang terkait, mengenai ketentuan-ketentuan dalam standar yang sampai saat ini sulit dipenuhi oleh terbitan Indonesia maupun asing, seperti: adanya lembar abstrak dan lajur bibliografi.


DAFTAR PUSTAKA

Dewan Standardisasi Nasional. Terbitan Berkala. Standar Nasional Indonesia 19-1950-1990.

Gibbs, W.Wayt. 1995. Lost Science in the third world. Scientific American (August): 92-99.

Lopez-Cozar, Emilio Delgado and Rafael Ruiz Perez. 1995. A model for assessing Compliance of scientific journals with international standards. Libri 45: 145-159.

International Organization for Standardization. 1977. ISO 8. Documentation-Presentation of periodicals.

Sri Purnomowati, Rini Yuliastuti, dan Maria Ginting. 1999. Kesesuaian penyajian majalah ilmiah Indonesia dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 19-1950-1990). Belum dipublikasikan.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home